PURBALINGGA, MERCUSUARNEWS.CO – Pagelaran wayang rakyat sekaligus menandai rampungnya Lapangan Bengkok Desa Sidareja yang diharapkan menjadi ruang bersama dan penggerak aktivitas ekonomi warga.
Lapangan Bengkok Desa Sidareja, Kecamatan Kaligondang, Purbalingga, berubah menjadi pusat keramaian warga melalui pagelaran Uleman Wayang Rakyat “Sepanggung Budaya Setakir Bahagia”.
Pentas budaya tersebut menghadirkan dalang Ki Madi Wahyu Nugroho dengan lakon Semar Mbangun Desa. Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif bersama Wakil Bupati Dimas Prasetyahani turut hadir menyaksikan pertunjukan.
Wayang Rakyat Jadi Ruang Kebersamaan Warga
Pagelaran diawali dengan penyerahan tokoh wayang Semar dari Bupati Fahmi kepada dalang. Pertunjukan kemudian berlangsung semarak dengan penampilan Svara Gangsa, Kie Tari, Tari Tunggal Eling, Kemejazz Eling-Eling, serta iringan pengrawit Kie Laras x Tarub Budaya.
Tak sekadar hiburan, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk kembali mendekatkan masyarakat dengan seni tradisi sekaligus memperkuat kebersamaan warga.
Pentas wayang juga menjadi bagian dari peresmian Lapangan Bengkok Desa Sidareja setelah pembangunan fasilitas tersebut rampung. Peresmian ditandai pemotongan tumpeng dan dilanjutkan tradisi makan nasi takir sebagai simbol syukur.
Bupati Purbalingga Apresiasi Geliat Seni di Sidareja
Bupati Fahmi mengapresiasi Pemerintah Desa Sidareja, Kie Art, serta para pelaku seni yang konsisten mengembangkan kegiatan budaya. Aktivitas seni yang tumbuh di Sidareja memiliki potensi besar untuk menjadi daya tarik masyarakat sekaligus mendukung sektor pariwisata.
“Kami sangat bangga atas apa yang telah dilaksanakan malam ini. Ini kebanggaan dan aset yang luar biasa,” kata Fahmi.
Ia membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara Pemkab Purbalingga dan komunitas seni untuk mengembangkan kebudayaan serta pariwisata. Fahmi berharap potensi seni di Sidareja dapat terus berkembang hingga mampu membawa nama Purbalingga ke tingkat nasional maupun internasional.
Lapangan Bengkok Jadi Ruang Publik Warga
Selain menjadi lokasi pertunjukan budaya, Lapangan Bengkok diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai fasilitas publik bagi masyarakat.
Fahmi meminta warga menggunakan lapangan tersebut untuk berbagai aktivitas, mulai dari olahraga, kegiatan sosial dan kemasyarakatan, hingga aktivitas yang dapat mendukung perekonomian lokal.
Dengan hadirnya fasilitas tersebut, ruang interaksi masyarakat diharapkan semakin terbuka dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Bupati Soroti Ancaman Kekeringan di Kaligondang
Dalam kesempatan itu, Fahmi juga mengingatkan masyarakat mengenai ancaman kekeringan yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah Purbalingga, termasuk Kecamatan Kaligondang. Masyarakat diminta menghemat penggunaan air dan segera melaporkan apabila terjadi kondisi krisis air bersih.
Pemkab Purbalingga juga mengupayakan dukungan pasokan air dari sumber lain melalui PDAM untuk menjaga distribusi air kepada masyarakat.
Jalan Menuju Sidareja Ditargetkan Diperbaiki
Persoalan infrastruktur turut menjadi perhatian. Fahmi menyampaikan rencana perbaikan jalan menuju Sidareja dari arah Jalan Raya Kaligondang yang saat ini masih mengalami kerusakan. Berdasarkan perhitungan Bapperida dan DPUPR, pemerintah daerah mengupayakan pekerjaan tersebut dapat dilaksanakan pada akhir 2026 atau 2027.
“Mudah-mudahan di akhir 2026 atau 2027 bisa kami perbaiki dari Pemerintah Kabupaten Purbalingga,” ujar Fahmi.
Di tengah keterbatasan fiskal daerah, ia meminta masyarakat tetap mendukung pemerintah agar program pembangunan dapat berjalan. Penanganan berbagai kebutuhan daerah akan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan anggaran.
