Bukan Cuma Dapat Pahala, Ini 9 Keutamaan Membaca Al-Qur’an yang Jarang Disadari

M Salman
8 Min Read
Ilustrasi orang membaca Al-Qur'an (dok. ilustrasi AI)

MERCUSUARNEWS.CO – Membaca Al-Qur’an ternyata memiliki keutamaan yang jauh lebih luas daripada sekadar mendapatkan pahala. Ada ketenangan hati, petunjuk dalam menjalani kehidupan, hingga kemuliaan yang dijanjikan bagi orang-orang yang dekat dengan kitab suci.

Bagi umat Islam, Al-Qur’an bukan sekadar kitab suci yang dibaca pada waktu tertentu. Al-Qur’an merupakan pedoman yang mengajarkan manusia tentang keimanan, ibadah, akhlak, hingga bagaimana menjalani kehidupan.

Karena itu, membaca Al-Qur’an menjadi salah satu amalan yang memiliki banyak keutamaan.

Sejumlah ayat Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW menjelaskan berbagai kemuliaan yang berkaitan dengan aktivitas membaca, mempelajari, dan mengajarkan Al-Qur’an.

Menariknya, salah satu hadis juga memberikan kabar gembira bagi mereka yang masih terbata-bata ketika membaca Al-Qur’an.

Lantas, apa saja keutamaan membaca Al-Qur’an?

  1. Satu Huruf Al-Qur’an Saja Sudah Bernilai Pahala

Tidak perlu menunggu bisa membaca berlembar-lembar untuk mendapatkan keutamaan dari Al-Qur’an.

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa setiap huruf yang dibaca dari Kitab Allah bernilai satu kebaikan dan setiap kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh.

Hadis tersebut diriwayatkan oleh At-Tirmidzi. Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa “Alif Lam Mim” tidak dihitung sebagai satu huruf.

Alif merupakan satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf.

Artinya, setiap huruf yang dilafalkan ketika membaca Al-Qur’an memiliki nilai kebaikan.

Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa umat Islam dianjurkan untuk membiasakan diri membaca Al-Qur’an, meskipun sedikit demi sedikit.

  1. Al-Qur’an Akan Menjadi Syafaat di Hari Kiamat

Keutamaan membaca Al-Qur’an tidak berhenti ketika seseorang selesai membacanya di dunia.

Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam membaca Al-Qur’an karena pada hari kiamat Al-Qur’an akan datang memberikan syafaat kepada orang-orang yang membacanya.

Pesan tersebut menunjukkan bahwa membaca Al-Qur’an merupakan amalan yang memiliki nilai penting bagi kehidupan seorang Muslim, bukan hanya untuk kehidupan dunia tetapi juga sebagai bekal menuju akhirat.

  1. Saat Bingung Menentukan Arah, Al-Qur’an Menjadi Petunjuk

Manusia dapat menghadapi berbagai pilihan dan persoalan dalam kehidupannya. Dalam kondisi tersebut, Al-Qur’an memiliki kedudukan sebagai petunjuk.

Surah Al-Baqarah ayat 2 menyebut Al-Qur’an sebagai kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya dan menjadi petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.

Sementara Surah Al-Isra ayat 9 menjelaskan bahwa Al-Qur’an memberikan petunjuk menuju jalan yang paling lurus.

Karena itu, membaca Al-Qur’an sebaiknya tidak hanya mengejar jumlah halaman yang selesai dibaca.

Memahami maknanya juga penting agar pesan yang terkandung di dalamnya dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Qur’an Adalah Kitab yang Penuh Keberkahan

Ada alasan lain mengapa umat Islam dianjurkan untuk dekat dengan Al-Qur’an.

Dalam Surah Shaad ayat 29, Allah SWT menyebut kitab yang diturunkan-Nya sebagai kitab yang diberkahi. Ayat tersebut juga mengajak manusia untuk merenungkan ayat-ayatnya dan mengambil pelajaran.

Dengan demikian, membaca Al-Qur’an bukan hanya aktivitas melafalkan ayat.

Ada proses untuk memahami, merenungkan, dan mengambil hikmah dari kandungannya.

Semakin sering seseorang berinteraksi dengan Al-Qur’an, semakin besar pula kesempatan untuk menggali pesan yang terkandung di dalamnya.

  1. Hati yang Gelisah Bisa Menemukan Ketenangan

Salah satu keutamaan yang sering dikaitkan dengan kedekatan kepada Al-Qur’an adalah ketenteraman hati.

Dalam Surah Ar-Ra’d ayat 28 disebutkan bahwa hati menjadi tenteram dengan mengingat Allah.

Membaca Al-Qur’an merupakan salah satu bentuk ibadah yang dapat menjadi sarana untuk mengingat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Di tengah kesibukan dan berbagai persoalan kehidupan, meluangkan waktu untuk membaca Al-Qur’an dapat menjadi kesempatan bagi seorang Muslim untuk berhenti sejenak, mengingat Allah, dan merenungkan kembali kehidupannya.

  1. Bukan Hanya Tenang, Majelis Al-Qur’an Juga Diliputi Rahmat

Keutamaan Al-Qur’an juga terasa ketika umat Islam berkumpul untuk membacanya dan mempelajarinya.

Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW menjelaskan tentang orang-orang yang berkumpul di rumah Allah untuk membaca dan mempelajari kitab-Nya.

Dalam hadis tersebut disebutkan bahwa mereka memperoleh ketenangan, diliputi rahmat, dikelilingi para malaikat, dan disebut oleh Allah di hadapan makhluk yang berada di sisi-Nya.

Karena itu, belajar Al-Qur’an bersama-sama tidak hanya menjadi kegiatan menambah pengetahuan agama, tetapi juga memiliki keutamaan sebagaimana dijelaskan dalam hadis tersebut.

  1. Orang yang Mengajarkan Al-Qur’an Mendapat Keutamaan Besar

Tidak semua kebaikan berhenti pada diri sendiri.

Seseorang yang telah belajar membaca Al-Qur’an juga dapat membagikan ilmunya kepada orang lain.

Rasulullah SAW bersabda bahwa sebaik-baik orang adalah mereka yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya. Hadis tersebut diriwayatkan oleh Imam Bukhari.

Pesan tersebut dapat menjadi dorongan bagi orang tua, guru, ustaz, maupun siapa saja yang memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an untuk membantu orang lain belajar.

Sebab, ilmu yang diajarkan dapat terus memberikan manfaat kepada orang lain.

  1. Masih Terbata-bata? Justru Ada Kabar Gembira

Ini salah satu keutamaan yang mungkin membuat orang yang sedang belajar membaca Al-Qur’an semakin bersemangat.

Tidak semua orang langsung mampu membaca Al-Qur’an dengan lancar. Ada yang masih mengeja huruf hijaiyah, memperbaiki makhraj, atau belajar menerapkan hukum tajwid.

Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa orang yang membaca Al-Qur’an dengan lancar akan bersama para malaikat yang mulia.

Sementara orang yang membaca Al-Qur’an dengan terbata-bata dan mengalami kesulitan mendapatkan dua pahala.

Artinya, kesulitan dalam belajar membaca Al-Qur’an bukan alasan untuk berhenti.

Justru perjuangan untuk terus belajar memiliki nilai tersendiri.

Jadi, bagi siapa pun yang saat ini masih terbata-bata, tidak perlu merasa minder. Teruslah belajar dan memperbaiki bacaan sedikit demi sedikit.

  1. Mengajarkan Al-Qur’an kepada Anak Bisa Menjadi Bekal Berharga

Mengenalkan Al-Qur’an kepada anak sejak dini menjadi bagian penting dalam pendidikan keagamaan keluarga Muslim.

Anak dapat mulai dikenalkan dengan Al-Qur’an melalui kebiasaan sederhana di rumah, seperti mendengarkan bacaan Al-Qur’an, belajar membaca huruf hijaiyah, hingga membaca bersama orang tua.

Pembelajaran juga dapat dilakukan melalui TPQ, madrasah, maupun lembaga pendidikan keagamaan.

Namun, mengenalkan Al-Qur’an kepada anak sebaiknya tidak berhenti pada kemampuan membaca.

Anak juga perlu diajak memahami nilai-nilai yang terkandung di dalam Al-Qur’an serta menerapkannya dalam perilaku sehari-hari.

Sejumlah riwayat juga membahas kemuliaan bagi orang tua yang memiliki anak yang membaca dan mempelajari Al-Qur’an, termasuk riwayat tentang mahkota dan pakaian kemuliaan. Namun, pembahasan mengenai riwayat tersebut perlu memperhatikan kualitas hadis serta penjelasan para ulama.

Jangan Hanya Dibaca, Al-Qur’an Juga Perlu Dipahami

Membaca Al-Qur’an memang memiliki banyak keutamaan. Namun, hubungan seorang Muslim dengan Al-Qur’an idealnya tidak berhenti pada aktivitas membaca.

Setelah membaca, ada langkah yang tidak kalah penting, yaitu berusaha memahami maknanya.

Dari pemahaman tersebut, seseorang dapat merenungkan pesan yang disampaikan dan berusaha menerapkannya dalam kehidupan.

Sebab, Al-Qur’an diturunkan bukan sekadar untuk menjadi bacaan, tetapi juga sebagai petunjuk bagi manusia.

Dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian dari kehidupan, seorang Muslim tidak hanya berusaha mendapatkan pahala dari setiap huruf yang dibaca, tetapi juga berusaha menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an tercermin dalam ucapan, sikap, dan perilaku sehari-hari.

Share This Article