Jawa Tengah Raih Terbaik 3 PPD 2026, Kendal Juara 1 Kabupaten

Burhanuddin
3 Min Read
Jawa Tengah meraih Terbaik 3 PPD 2026 kategori provinsi. Kabupaten Kendal menjadi Terbaik 1 kategori kabupaten dan Kota Pekalongan Terbaik 3 kategori kota. (dok. Pemprov Jateng)

MERCUSUARNEWS.CO – Jawa Tengah kembali mencatat prestasi dalam Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2026. Tahun ini, Jateng meraih terbaik 3 kategori provinsi, sementara Kabupaten Kendal menjadi terbaik 1 kategori kabupaten dan Kota Pekalongan terbaik 3 kategori kota.

Penghargaan tersebut diterima Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, mewakili Gubernur Ahmad Luthfi, di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Capaian tersebut menjadi pengakuan terhadap proses pembangunan Jawa Tengah yang dinilai mulai dari perencanaan, pelaksanaan, capaian pembangunan hingga inovasi daerah.

PPD 2026 Nilai Perencanaan hingga Dampak Pembangunan

Kepala Bappeda Jawa Tengah Yusmanto menjelaskan, PPD tidak hanya menilai kelengkapan dokumen perencanaan pemerintah daerah.

Penilaian mencakup proses penyusunan dokumen, pencapaian pembangunan, pelaksanaan program, hingga inovasi yang dikembangkan pemerintah daerah.

“Ini adalah bentuk penghargaan yang mulai dari proses perencanaan, penyusunan dokumen, pencapaian pembangunan dan eksekusi ataupun terkait dengan inovasi daerah,” kata Yusmanto.

Proses penilaian PPD 2026 berlangsung sejak Februari hingga Agustus. Tahapan penilaian tahun ini juga berkembang menjadi tiga tahap.

Pada dua tahap terakhir, Gubernur Ahmad Luthfi memimpin langsung tim Pemprov Jateng untuk memaparkan sekaligus menjawab pertanyaan dari tim penilai.

Speling Jadi Salah Satu Program Unggulan Jawa Tengah

Salah satu program yang menjadi bagian dari perencanaan pembangunan Jawa Tengah adalah Speling (Spesialis Keliling).

Program tersebut dikembangkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, khususnya pelayanan dokter spesialis.

Taj Yasin mengatakan, Speling juga dirancang untuk memperkuat program pemerintah pusat di bidang kesehatan.

“Ini selaras dengan pemerintah pusat yaitu cek kesehatan gratis. Lalu kita kuatkan dengan spesialisnya,” ujar Taj Yasin.

Menurutnya, penghargaan PPD 2026 juga menunjukkan pentingnya sinkronisasi antara perencanaan pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

“Jadi kita ucapkan terima kasih ini bentuk kolaborasi, sinkronisasi antara perencanaan pembangunan daerah dengan perencanaan pembangunan pusat,” katanya.

Pembangunan Harus Berujung pada Manfaat bagi Masyarakat

Yusmanto menegaskan, kualitas pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari bagusnya dokumen perencanaan.

Program yang dirancang pemerintah harus mampu diterjemahkan menjadi kebijakan dan pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Yang penting ke masyarakat,” tegasnya.

Ia mencontohkan pembangunan inklusif di Jawa Tengah yang diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja.

Perluasan kesempatan kerja tersebut diharapkan berdampak pada penurunan kemiskinan dan kesenjangan, baik antarwilayah maupun antarkelompok masyarakat.

Jawa Tengah Pernah Juara PPD 2019

Penghargaan PPD 2026 menambah catatan prestasi Jawa Tengah dalam bidang perencanaan pembangunan. Sebelumnya, Jateng pernah meraih posisi pertama PPD pada 2019.

Pada penyelenggaraan PPD 2026, sebanyak 38 provinsi, 334 kabupaten, dan 86 kota berpartisipasi.

Menteri PPN/Bappenas Rachmat Pambudy mengatakan PPD yang telah diselenggarakan sejak 2011 bukan sekadar kompetisi untuk mendapatkan penghargaan.

Menurutnya, capaian tersebut harus menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan.

“Penghargaan yang sederhana itu bukan hadiah, tetapi pemacu supaya bekerja lebih keras lagi,” kata Rachmat.

Share This Article