MERCUSUARNEWS.CO – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Cilacap terus memacu akselerasi ekonomi berbasis kerakyatan. Guna mengaktifkan kembali kelompok-kelompok usaha keluarga yang sempat vakum sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi akar rumput, TP PKK menggelar Kegiatan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) Tingkat Kabupaten Cilacap Tahun 2026 di Gedung Sumekar PKK Kabupaten Cilacap.
Langkah strategis ini menjadi angin segar bagi pemberdayaan ekonomi mikro di wilayah Cilacap, mengingat kelompok usaha keluarga memegang peranan krusial sebagai penopang utama kesejahteraan rumah tangga.
Membangkitkan Potensi Ekonomi Mikro yang Sempat Redup
Plt. Ketua TP PKK Kabupaten Cilacap, Mahdiana Taufik Nurhidayat, menekankan revitalisasi cara pandang kader terhadap wadah UP2K. Menurutnya, UP2K tidak boleh dipandang sebatas pelatihan teknis pembuatan produk semata, melainkan inkubator pembelajaran bisnis keluarga secara menyeluruh.
“UP2K adalah wadah bagi keluarga untuk belajar, bertumbuh, dan meningkatkan kesejahteraan secara bersama dan berkelanjutan. Ketika UP2K berjalan dengan baik, maka akan lahir keluarga-keluarga yang mandiri dan produktif,” ungkap Mahdiana di hadapan ratusan pengurus Pokja II.
Tak hanya itu, Mahdiana menyoroti kelemahan mendasar yang kerap dialami para pelaku usaha mikro, yakni kedisiplinan pembukuan. Ia membagikan pesan mendalam agar para kader dan pembina usaha mengedukasi masyarakat untuk tertib pencatatan sejak langkah awal.
“Jangan menunggu usaha menjadi besar baru mulai tertib administrasi. Justru dari administrasi yang rapi dan tertib, perencanaan usaha yang baik akan lahir hingga mampu berkembang menjadi lebih besar,” tambahnya menekankan pentingnya manajemen tata kelola usaha.
Sementara itu, Ketua Pokja II TP PKK Kabupaten Cilacap selaku Ketua Penyelenggara, Rintih Ujiani, memaparkan bahwa agenda ini diikuti oleh 100 peserta yang terdiri atas Ketua Pokja II dan perwakilan anggota Pokja II Tim Penggerak PKK Kecamatan dari seluruh pelosok Kabupaten Cilacap.
Rintih menegaskan bahwa forum ini dirancang bukan sekadar ajang berkumpul rutin, melainkan upaya korektif dan reaktivasi menyeluruh terhadap kelompok-kelompok UP2K di tingkat kecamatan hingga desa.
“Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman Pokja II Kecamatan mengenai tertib administrasi UP2K, menyosialisasikan Program KAPULAGA, dan mengaktifkan kembali kelompok-kelompok UP2K di seluruh kecamatan se-Kabupaten Cilacap agar berjalan lebih optimal dan berkelanjutan. Target utamanya adalah peningkatan pendapatan serta kesejahteraan keluarga di Kabupaten Cilacap secara nyata,” tegas . Rintih saat memberikan laporan penyelenggaraan.

Inovasi KAPULAGA dan Peningkatan Kapasitas Kader
Guna memperkaya wawasan peserta, kegiatan ini menghadirkan dua narasumber berkompeten. Pada sesi pertama, Yuyun Hotimah membawakan materi teknis mengenai Administrasi UP2K. Pembekalan ini mengupas tuntas tata cara pendataan kelompok, akuntansi dasar untuk pencatatan keuangan, hingga mekanisme pelaporan berjenjang secara transparan dan akuntabel.
Sesi dilanjutkan oleh Amin Hadiartani yang memaparkan Sosialisasi Program KAPULAGA—sebuah langkah inovasi unggulan yang diinisiasi oleh Pokja II TP PKK Provinsi Jawa Tengah. Tak berhenti di situ, peserta juga dibekali pemaparan khusus mengenai Program Inovasi Pokja II TP PKK Kabupaten Cilacap.
Melalui kombinasi program ini, para pengurus Pokja II kecamatan mendapatkan modul strategi pembinaan berbasis inovasi digital dan pendampingan terpadu untuk mengawal para pelaku usaha mikro di daerah masing-masing.
Menjadi Motor Penggerak Kemandirian Desa
Melalui penguatan kapasitas ini, TP PKK Kabupaten Cilacap menaruh harapan besar agar jajaran pengurus Pokja II di tingkat kecamatan mampu menjelma menjadi motor penggerak dan mentor aktif di lapangan. Dengan turun langsung mendampingi kelompok-kelompok usaha di tingkat desa, potensi ekonomi lokal yang sempat redup diyakini mampu kembali bergairah.
Penguatan administrasi yang transparan dipadukan dengan sentuhan inovasi usaha diharapkan menjadi formula ampuh dalam mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat, menuju masyarakat Cilacap yang makin sejahtera, mandiri, dan berdaya saing.
