MERCUSUARNEWS.CO – Angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Cilacap masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI mencatat jumlah ATS di wilayah tersebut masih tergolong tinggi, yakni mencapai 22.790 anak.
Isu krusial ini menjadi salah satu sorotan utama dalam acara Peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) Ke-60 Tingkat Kabupaten Cilacap yang berlangsung di Plaza Soedirman, Cilacap, pada 24–25 September 2026.
Direktur Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) Kemendikdasmen RI, I Gusti Made Ardana, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menekan angka putus sekolah tersebut. Menurutnya, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) memiliki potensi besar untuk menjadi garda terdepan dalam merangkul anak-anak yang terputus dari akses pendidikan formal.
“Ini menjadi PR kita bersama, semoga peringatan HAI menjadi titik balik untuk meningkatkan kolaborasi antara pemerintah daerah dan PKBM,” ujar Ardana.
Ia meminta Pemerintah Kabupaten Cilacap memperkuat tata kelola serta memberikan dukungan penuh terhadap program-program PKBM agar lembaga pendidikan nonformal tersebut dapat optimal menjadi mitra penyelesaian masalah sosial-pendidikan di masyarakat.
Komitmen Pemkab Cilacap dan Penguatan PKBM
Menanggapi tantangan tersebut, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap, Annisa Fabriana, menyatakan komitmen Pemkab Cilacap untuk terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia (SDM) sebagai pilar utama pembangunan daerah.
“Mari kita jadikan literasi sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari, sebagai sarana untuk berbagi pengetahuan, membangun kepedulian, menjaga lingkungan, dan membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk hidup lebih baik,” kata Annisa.
Sebagai langkah konkret mendukung peran pendidikan nonformal dalam mengatasi masalah literasi dan anak putus sekolah, Pemkab Cilacap menyerahkan bantuan masing-masing 100 buku kepada lima PKBM, yaitu PKBM Toyibah, PKBM Al-Fikri, PKBM Bunda Isna, PKBM Lancar Lestari, dan PKBM Annisa.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, Paiman, menambahkan bahwa selain penyediaan akses belajar, penguatan literasi digital dan inklusivitas sosial juga terus didorong.
Rangkaian kegiatan HAI Ke-60 yang bertema “Literasi untuk Sesama, Semesta, dan Sejahtera” ini turut diramaikan oleh 20 stan literasi, pementasan seni, serta talkshow edukatif guna membangun ekosistem pembelajaran masyarakat yang lebih berkelanjutan.
