MERCUSUARNEWS.CO – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Banyumas resmi melepas kontingennya untuk berlaga pada Perkemahan Wirakarya Daerah XI Jawa Tengah Tahun 2026. Prosesi pelepasan berlangsung di Pendopo Si Panji, Kamis (24/9/2026).
Mewakili Bupati Banyumas, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Wahyu Adi Febrianto, S.STP., M.AP., bertindak sebagai pembina upacara. Dalam sambutannya, Wahyu menegaskan bahwa kepramukaan memegang peranan strategis dalam membentuk karakter generasi muda, terutama terkait kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepedulian sosial.
”Perkemahan Wirakarya Daerah hendaknya tidak hanya dilihat sebagai kegiatan perkemahan, tetapi sebagai ruang untuk belajar dari masyarakat, berkarya bersama masyarakat, dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” ujar Wahyu.
Wahyu berpesan agar para peserta senantiasa mematuhi aturan, menjaga kesehatan fisik dan mental, serta menjaga nama baik daerah dengan menampilkan kepribadian Pramuka Banyumas yang disiplin, mandiri, dan ramah. Ia juga mengingatkan para pembina pendamping untuk memberikan pengayoman optimal agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar.
Kegiatan Perkemahan Wirakarya Daerah XI Jawa Tengah ini mengusung tema “Bergerak Membangun Masyarakat Melalui Karya Nyata” dan akan diselenggarakan pada 26 September hingga 1 Oktober 2026 di Pondok Pesantren Darul Amanah, Ngadiwarno, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal.
Dalam ajang ini, Kwarcab Banyumas mengusung semangat “Banyumas Makarya” sebagai dorongan untuk berkarya dan memberikan kontribusi terbaik. Kontingen Banyumas terdiri dari 16 Pramuka Penegak dan Pandega (8 putra dan 8 putri). Mereka didampingi 2 Pimpinan Kontingen dan 2 Staf Kontingen dari Dewan Kerja Cabang (DKC) Banyumas, serta 2 Pembina Pendamping dari Andalan Bina Muda Kwarcab Banyumas.
Sebelum diberangkatkan, seluruh kontingen telah menjalani Training Center selama kurang lebih dua bulan. Persiapan intensif tersebut mencakup Focus Group Discussion, latihan fisik, Perkemahan Wirakarya Daerah Bootcamp, pelatihan seni, hingga pembinaan disiplin.
Ketua DKC Banyumas, Kuat Prayuga, menekankan agar para peserta hadir bukan sekadar meramaikan perkemahan, melainkan membawa manfaat nyata lewat kolaborasi dan kerja keras.
”Peserta diharapkan mampu hadir bukan hanya sekadar untuk mengikuti perkemahan, tetapi untuk berkarya, mengabdi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Kuat.
Upacara pelepasan ditutup dengan penampilan Tari Krease Gandeng Gawe oleh para peserta. Tarian tersebut memperagakan simbolisasi keragaman, toleransi beragama, dan gotong royong mendirikan Tugu Pancasila, membawa pesan mendalam bahwa perbedaan merupakan kekuatan untuk membangun kesejahteraan masyarakat Banyumas.
