MERCUSUARNEWS – Ratusan siswa SMA Negeri 1 Sampang, Kabupaten Cilacap, mengalami mual, muntah, diare, sakit perut hingga lemas. Keluhan itu muncul setelah para siswa menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Cilacap langsung mengerahkan tenaga kesehatan untuk menangani para siswa. Petugas dari lima puskesmas bergerak ke sekolah dan fasilitas kesehatan untuk membantu penanganan.
Dinkes mencatat keluhan muncul pada siswa dari seluruh tingkat kelas. Sebanyak 108 siswa kelas 10 mengalami gejala, kemudian 125 siswa kelas 11 dan 128 siswa kelas 12.
Kepala Dinkes PPKB Cilacap Hasanuddin mengatakan pihaknya menerima laporan mengenai siswa yang mengalami berbagai keluhan pada Rabu (23/9/2026). Setelah menerima laporan, petugas langsung melakukan pemeriksaan dan memberikan pertolongan.
“Yang mengalami keluhan itu ada siswa kelas 10 ada 108, kemudian kelas 11 ada 125, dan kelas 12 ada 128,” kata Hasanuddin, Rabu (23/9/2026).
19 Siswa Dirujuk ke RSUD
Petugas kesehatan memberikan penanganan sesuai kondisi masing-masing siswa. Sebanyak 70 siswa mendapat obat dari petugas puskesmas di sekolah.
Selain itu, 15 siswa menjalani rawat jalan di Puskesmas Sampang. Enam siswa menjalani rawat inap di puskesmas tersebut.
Petugas juga merujuk 19 siswa ke RSUD Cilacap untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
Dinkes mengerahkan tim kesehatan dari lima puskesmas untuk mempercepat pelayanan. Tim tersebut berasal dari Puskesmas Sampang, Maos, Adipala 1, Adipala 2 dan Kesugihan 1.
Hasanuddin mengatakan Dinkes memprioritaskan pelayanan kesehatan bagi siswa yang mengalami gejala.
“Langkah yang utama tentunya memberikan bantuan penanganan terhadap siswa yang bergejala. Yang pertama memastikan siswa yang bergejala ini diberikan pelayanan kesehatan agar segera sembuh,” ujarnya.
Salah satu siswa kelas 11, Ariski, menceritakan keluhan yang dia rasakan setelah menyantap menu MBG. Dia hanya mengonsumsi lauk ayam bumbu kuning karena membawa nasi dari rumah.
Ariski awalnya tidak merasakan gangguan setelah makan. Namun, ketika sampai di rumah, perutnya mulai sakit dan kemudian mengalami diare.
“Awalnya enggak merasa apa-apa. Pas pulang perutnya sakit, terus malamnya diare. Setelah itu sempat sembuh, tetapi kambuh lagi,” kata Ariski di Puskesmas Sampang.
Kondisi Ariski kembali menurun ketika dia berada di sekolah. Dia merasakan mual dan sakit perut hingga akhirnya mendapat pertolongan di UKS sebelum pergi ke Puskesmas Sampang.
Ariski juga menyebut sekitar 22 teman di kelasnya mengalami keluhan serupa.
Dinkes Pantau Sekolah Penerima MBG
Siswa kelas 10, Yesilia Swita, juga mengeluhkan mual, pusing, diare dan lemas setelah mengonsumsi ayam serta sayur kangkung dari menu MBG.
Yesilia mulai merasakan keluhan sekitar pukul 21.00 WIB. Kondisinya kemudian memburuk sekitar pukul 03.00 WIB hingga pagi hari.
“Yang dirasakan mual, pusing, diare, terus lemas. Tadi pagi muntah, diare, sama lemas juga,” ujarnya.
Petugas kemudian memberikan penanganan kepada Yesilia di Puskesmas Sampang. Setelah mendapat pengobatan, kondisinya mulai membaik.
Dinkes PPKB Cilacap tidak hanya memantau kondisi siswa SMAN 1 Sampang. Petugas juga mengecek sekolah lain yang menerima distribusi MBG.
Langkah tersebut bertujuan mengetahui kemungkinan munculnya keluhan serupa di sekolah lain. Petugas juga terus mengumpulkan data dari sekolah dan fasilitas kesehatan.
“Yang kita lakukan pemantauan termasuk terhadap sekolah-sekolah lain, yang bukan SMA Negeri 1 Sampang. Ketika juga melakukan pemantauan apabila dimungkinkan ada gejala-gejala dari siswanya,” jelas Hasanuddin.
Hingga Rabu malam, Dinkes masih melakukan pendataan dan pemeriksaan. Petugas juga menunggu hasil pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pasti gejala yang dialami ratusan siswa.
Dugaan keterkaitan dengan menu MBG masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Dinkes belum menyimpulkan penyebab kejadian tersebut sebelum seluruh hasil pemeriksaan keluar.
