MERCUSUARNEWS – Sebanyak 405 pendonor darah sukarela di Kabupaten Cilacap mendapat penghargaan dari Palang Merah Indonesia (PMI). Mereka merupakan pendonor yang telah menyumbangkan darah sebanyak 25 kali atau lebih.
Penghargaan tersebut diberikan dalam acara Silaturahmi Pendonor Darah Sukarela dalam rangka memperingati HUT ke-81 PMI. Kegiatan berlangsung di Pendopo Wijayakusuma Cakti Cilacap, Kamis (17/9/2026).
Peringatan tahun ini mengusung tema “Peduli Bergerak Bersama”. Tema tersebut menjadi penegasan komitmen PMI untuk terus memperluas aksi kemanusiaan sekaligus memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak.
Ketua PMI Kabupaten Cilacap Farid Ma’ruf mengatakan pihaknya terus berupaya meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.
56 Ribu Pendonor Aktif
Farid menyebut jumlah pendonor aktif PMI Kabupaten Cilacap saat ini mencapai 56.496 orang. Jumlah tersebut dinilai masih mampu menopang kebutuhan darah untuk rumah sakit di wilayah Cilacap.
“Saat ini jumlah pendonor aktif di PMI Kabupaten Cilacap ada 56.496, jumlah tersebut masih aman untuk memenuhi kebutuhan 13 rumah sakit di Kabupaten Cilacap dengan rata-rata 50 kantong per hari,” jelas Farid.
Selain memastikan ketersediaan darah, PMI juga menjalankan berbagai program kemanusiaan. Sejumlah kegiatan telah dilakukan sejak 2022 hingga 2026.
Di antaranya pemberian kacamata gratis untuk pelajar SD/MI dan SMP/MTs sebanyak 3.271 unit. PMI juga menggelar bakti sosial operasi katarak yang telah membantu 410 mata serta sunatan massal gratis untuk 309 anak.
Sepanjang 2026, PMI Cilacap turut menyalurkan 940 paket sembako bagi warga terdampak bencana alam. Bantuan juga diberikan kepada pekerja migran asal Cilacap yang menjadi korban kebakaran di Hong Kong.
Di tengah musim kekeringan, PMI menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 269 tangki ke sejumlah desa yang membutuhkan. Berbagai bantuan sosial lainnya juga terus dilakukan sebagai bagian dari aksi kemanusiaan PMI.
Pendonor Disebut Pahlawan Kemanusiaan
Pj Sekda Cilacap Annisa Fabriana menyampaikan penghargaan kepada para pendonor yang secara sukarela menyumbangkan darahnya untuk membantu pasien yang membutuhkan.
Menurutnya, donor darah merupakan bentuk kepedulian yang berdampak langsung terhadap upaya penyelamatan jiwa.
“Saya harap donor darah terus menjadi bagian dari budaya hidup sehat dan kepedulian masyarakat Kabupaten Cilacap, sehingga ketersediaan darah untuk mendukung pelayanan kesehatan dan penyelamatan jiwa dapat terus terjaga,” ungkap Annisa.
Apresiasi serupa disampaikan Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Provinsi Jawa Tengah, dr Okty Prahalanitya. Dia menyebut para pendonor telah menjaga nilai kemanusiaan melalui aksi yang dilakukan secara sukarela.
Okty juga mendorong para pendonor untuk mengajak orang-orang di lingkungan terdekat mereka agar ikut mendonorkan darah.
“Tak hanya membantu orang lain, darah yang didonorkan juga akan menjadi amalan yang akan terus mengalir untuk Bapak/Ibu,” jelasnya.
Ada Donor Darah dan Pembagian Kacamata
Rangkaian HUT ke-81 PMI Cilacap tidak hanya diisi dengan pemberian penghargaan kepada pendonor. PMI juga membuka layanan donor darah di halaman Pendopo Wijayakusuma Cakti.
Selain itu, kegiatan sosial berupa pemberian bantuan kacamata gratis bagi siswa SD/MI dan SMP/MTs turut digelar.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya PMI memperluas manfaat program kemanusiaan, sekaligus mengajak masyarakat terlibat dalam aksi sosial yang berkelanjutan.
Melalui tema “Peduli Bergerak Bersama”, PMI Cilacap menegaskan pentingnya peran masyarakat dan kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga ketersediaan darah serta membantu warga yang membutuhkan pertolongan.
